Translator

English flagItalian flagKorean flagChinese (Simplified) flagPortuguese flagGerman flag
French flagSpanish flagJapanese flagArabic flagRussian flagGreek flag
Dutch flagDanish flagFinnish flagHindi flagNorwegian flagFilipino flag
Hebrew flagIndonesian flagSerbian flagVietnamese flagThai flagTurkish flag
By N2H

Customer Service












Tag Cloud

RSS Langganan RSS

TIPS DAN TRIK PRESENTASI SIDANG SKRIPSI / TESIS

Filed under :ARTIKEL, SKRIPSI, TESIS

TIPS PRESENTASI SIDANG SKRIPSI / TESIS

 

Berikut adalah berbagai tips untuk para mahasiswa S1 / S2 sebelum  melakukan presentasi di depan para penguji para dosen, pembimbing skripsi.  Semoga bermanfaat :

 

1.      Berdoa kepada Tuhan, sebelum melakukan presentasi.  Ini wajib dilakukan oleh presenter, sebelum melakukan aktivitas.  Khusus muslim bacalah bismillah.  Bacalah doa seperti halnya Doa Nabi Musa saat dihadapkan dengan Firaun yang notabene bapak angkatnya, bisa kita lantunkan:

Robbisrohli sodri wa yassirli amri, wah lul ‘uqdatan min lisaani yafqohu qouli,  artinya :

“…..Wahai Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku…..”

Amiiin Yaa Robbal’aalamiin

Yakinlah apa yang penulis lakukan adalah dengan niat baik, niat karena Allah SWT, sang pemilik dan penguasa alam semesta dan isinya.  Jangan niat yang lain-lain, niatlah karena penulis ingin segera lulus karena Allah SWT,  segera mengamalkan ilmu penulis sesegera mungkin, semua itu karena Allah SWT.

2.      Datanglah sekitar 1 jam lebih awal sebelum melakukan presentasi. Jangan datang terlambat karena akan merusak suasana ujian dan menurunkan nilai Anda dimata para penguji.  Siapkan materi/bahan presentasi dan peralatan yang diperlukan, jangan lupa membawa flash disk dan data cadangan.

3.      Bedakan materi presentasi dengan makalah skripsi . Materi presentasi dan makalah skripsi adalah dua hal yang berbeda, walaupun topiknya sama.  Pada  umumnya dosen penguji telah memegang dan membaca makalah skripsi tersebut, sebelum diadakannya sidang ujian.

4.      Gunakan Microsoft Power Point sebagai alat presentasi visual.

Media untuk menampilkan memegang peran sangat penting, apakah penulis akan memakai plastik transparansi atau audio-visual dengan komputer dan in-focus (projector).  Untuk sekarang sebaiknya  jangan menggunakan plastik transparansi, karena sudah KUNO.  Jangan berlebihan presentasi dengan menggunakan program animasi misalnya dengan menggunakan program Macro media, Animator  atau program animasi semacamnya karena kelihatan akan berlebihan mengganggu.   Cukuplah gunakan Power point dengan sentuhan gambar, tabel, grafik warna yang menunjang, dan ada pokok-pokok kalimat yang dipentingkan untuk ditampilkan.

 

5. Gunakan font tulisan dan ukuran yang tepat

Font dan ukuran adalah dua hal penting yang perlu diperhatikan.  Pemilihan font dan ukuran yang salah maka otomatis presentasi anda akan tidak efektif.  Tidak membantu bahkan menyulitkan / mengganggu presentasi anda.  Selama ini hanya ada dua font yang sering dipakai, baik pada bahasa tulis maupun presentasi, yaitu font TIMES NEW ROMAN (TNR) dan ARIAL.  Ukuran yang digunakan biasanya adalah  minimal 16 point sampai dengan , maksimal 36 point.

 

6. Paragraf atau kalimat.

Makalah yang digunakan dalam presentasi, gunakan paragraf yang pendek-pendek, jangan terlalu panjang, yang penting-penting saja yang ditampilkan.  Dalam presentasi maka keberadaan presenter di sana adalah perlu.  Bila ada yang kurang jelas sedikit maka penulis (presenter) bisa menjelaskan secara lisan.

 

7. Ingat nama dan sebutkan semua gelar

Ini juga penting.  Orang itu berbeda karena ia mempunyai nama, dan setiap nama adalah unik.  Oleh sebab itu saat pembukaan sebutlah nama moderator, dosen pembimbing dan penguji lengkap dengan gelarnya.  Salah satu yang dibanggakan oleh dosen adalah gelar yang banyak, dan bila perlu sebutkan haji bila ia pernah naik haji.  Dengan demikian ada kesan akrab, friendly, sudah terkenal, dan dihormati. Ini sangat penting untuk diketahui dan dihafalkan.  Oleh sebab itu tanyalah pada bagian Tata usaha atau  Panitya ujian, dan hafalkan lebih dahulu nama dosen penguji, lengkap dengan gelarnya.

 

8. Buatlah presentasi sederhana  

Buatlah presentasi yang sederhana seperti  Google.  Jangan terlalu banyak animasi dalam tampilan.  Pilihlah warna yang kontras, sehingga materi mudah dipahami. Jangan terlalu banyak warna.  Gunakan hanya warna utama dasar yaitu hitam, biru tua, merah tua dan hijau tua untuk teks latar depan, sedangkan warna yang lembut atau yang tidak tegas seperti putih kuning, biru muda dan warna-warna muda sebaiknya dipakai sebagai latar belakang teks presentasi.

 

9. Isi, urutan presentasi.

Materi yang dipresentasikan juga dapat digunakan sebagai timer agar presentasinya tepat waktu.  Dalam hal isi maka kelihatannya tidak jauh berbeda dengan penulisan makalah tulis, yaitu mulai dengan : 1.  Pendahuluan,  2.  Isi yang akan disampaikan, 3.  Kesimpulan.  Waktu yang digunakan untuk presentasi biasanya sekitar 15 hingga 20 menit.

 

10. Siapkan untuk hal-hal yang tak terduga.

Siapkan untuk hal yang mendadak seperti kertas buram yang berisi panduan  rumus-rumus, kata kunci,  bagan-bagan tertentu dan sebagainya.  Jangan lupa bawa USB-flashdrive cadangan bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.  Jika tempatnya presentasi belum pasti, usahakan membawa laptop sendiri.  Kesiapan materi ini penting, jangan sampai anda ditempat presentasi ternyata ada masalah.  Keringat dingin keluar, panik akhirnya percaya diri  yang sudah disiapkan jauh-jauh jadi hilang.  Bayangkan  Anda di depan, sudah ditunggu oleh para hadirin (penguji atau pendengar) dan tidak ada masalah dengan teknologi yang dibawa.

Sebelum dimulai sebaiknya dilakukan uji coba LCD in-focus yang akan digunakan apakah sudah berjalan baik atau belum.  Bila ada masalah cobalah minta bantuan teknisi.

11. Tampilan diri.

Pakailah sesuatu yang baru sebelum ujian, misalnya dengan memakai pakaian baru, kaos kaki baru dan sepatu baru.   Kalau perlu semuanya baru, baru dibeli dari atas ke bawah, bila mencukupi dananya. Tapi bila tak cukup dana, maka minimal belilah sesuatu yang baru misalnya sapu tangan yang baru.  Mengapa harus ada sesuatu yang baru ? Ya sebab kalau memakai sesuatu yang baru dapat menimbulkan semangat, walaupun tidak selalu.   Namun sekali lagi, bila  tak cukup dana, maka minimal pakailah pakaian bersih, formal dan wangi. Ini menimbulkan kesan percaya diri bersemangat, sehat, rapi dan sopan. Pakailah pakaian yang membuat percaya diri, jadilah diri anda sendiri. Dari pengalaman menunjukkan bahwa pakaian yang netral untuk presentasi adalah setelan jas warna gelap, baju putih dan dasi, atau bisa pula setelan baju lengan panjang polos (Bisa gelap atau putih) dan dasi.

 

12. Kenali Lokasi / ruangan tempat presentasi  

Sebelum Anda bertempur, maka kenali dulu keadaan sekeliling. Dari segi fisik carilah lokasi ruangan yang akan digunakan untuk sidang / presentasi. Kalau bisa coba peralatan yang ada semisal proyektor / in-focus, mic, komputer dan saklar dan kabel-kabel.  Pastikan semuanya berfungsi dengan baik.   Lihat pula perkiraan tempat duduk moderator, pembimbing dan penguji.   Renald Khasali menyatakan bahwa sebelum melakukan presentasi : ”periksalah kedalaman sungai ”. Maksudnya tidak ada salahnya mengetahui latar belakang penguji : apakah ia dari Prof, Dr atau Magister ? Apakah ia dosen statistik, manajemen, akuntansi, sosial atau teknik (sesuai dengan fak penulis) ?

13. Jangan gugup saat menjawab

Saat terjadi interaksi dan sesi tanya jawab antara presenter dengan penguji, berlakulah sopan, percaya diri, dan jangan gugup. Wajah jangan tegang. Dosen akan menanyakan apa yang Anda tulis di buku skripsi Anda. Mengapa ini begini, mengapa ini begitu. Jawablah semua pertanyaan dengan jawaban dengan baik dan tegas, jangan hanya diam. Jangan bilang tidak tahu. Jelaskan saja apa yang Anda tahu dan mengapa Anda menulis demikian.

 

14. Bila telah selesai, ucapkan terima kasih kepada para moderator dan penguji.

Contohnya seperti ini. “Demikian skripsi / thesis ini kami sampaikan. Terima kasih banyak kepada dewan penguji dan moderator dapat datang untuk menguji dan memberi masukan kepada saya. Semoga apa yang telah saya sampaikan dan masukan-masukan dari dewan penguji dapat bermanfaat saya dan masyarakat akademik dan umum. Kurang lebih saya mohon maaf. Terima kasih banyak. Wassalamualaikum WW”. Lalu penulis keluar, jangan lupa tersenyum dan bersalaman dengan para penguji dan moderator. Lalu jangan lupa berdoa, semoga ujian dapat lulus dengan nilai baik. Amiien.

 

 


Selamat Tahun Baru Hijriyah 1433 H

Filed under :UMUM

Manajemen mediaskripsi.com mengucapan selamat tahun baru Hijriyah 1433 H.

Spirit Tahun Baru Hijriyah kali ini menyertai kemenangan dan motivasi kita untuk meraih kehidupan yang lebih baik, dengan tetap semangat dan kreatif

Semoga Allah Subhaanahu wa Ta’ala di tahan baru ini memberikan kebaikan, keberkahan dan kemuliaan bagi kita semua

Amieen.

Mediaskripsi.com


SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1432 H

Filed under :ARTIKEL, UMUM

Selamat Idul Adha 1432 H

Manajemen mediaskripsi.com mengucapkan SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1432 H

Mohon maaf lahir dan batin.

Semoga Allah swt memberikan berkah, ridho dan rahmatnya kepada kita semua.  Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan kesalahan kita baik yang disengaja maupun tidak, dosa masa lalu, sekarang dan yang akan datang, dosa besar maupun kecil, dosa yang kelihatan maupun yang samar-samar.

Amin, ya rabbal ‘alamiin


TEKNIK SKALA

Filed under :ARTIKEL, SKRIPSI, TESIS

Sebelum melakukan penelitian, metode yang digunakan haruslah sudah ditetapkan.  Salah satunya sub bab metodologi penelitian adalah dengan pengambilan sampel, yang berarti merupakan pengambilan data.  Data yang diambil nantinya harus dimasukkan dalam bentuk skala, untuk mempermudah memutuskan analisis statistik yang digunakan.  Berikut adalah   terkait dengan skala yang biasa digunakan.        

A.   Sifat Skala  

Variabel adalah konsep yang mempunyai variasi nilai, dan merupakan perubah.  Seorang peneliti harus mengetahui konsep dari variabel agar dapat mengukur atau memberikan nilai yang tepat untuk data yang diamati.  Tingkat pengukuran nilai variabel dapat dibedakan menjadi empat tingkatan skala yaitu Nominal, Ordinal, Interval, dan Rasio (Rangkuti, 1999).

 

1.      Skala Nominal

Skala nominal adalah tingkat pengukuran pertama dan yang paling sederhana.  Pada skala ini tidak ada asumsi tentang jarak maupun urutan antara kategori-kategori dalam ukuran itu. Skala ini hanya sekedar pembeda dari suatu kategori dengan kategori lainnya dari suatu variabel.

Angka-angka yang diberikan kepada obyek merupakan label dan tidak diasumsikan adanya tingkatan antara satu kategori dan kategori lainnya dari satu variabel. Dengan tingkat ukuran nominal ini, peneliti dapat menggolongkan respondennya ke dalam dua kategori atau lebih. Variabel kualitatif yang ditransformasi menjadi data kuantitatif dalam bentuk pengukuran nominal disebut juga variabel dummy.  Data yang hanya mempunyai sifat pembeda, misalnya jenis kelamin Pria (nilai = 1) dan wanita (nilai 2) , FTI dengan 3 program Studi : Teknik Mesin (nilai 1), Teknik Industri (nilai 2) dan Teknik Elektro (nilai 3); Jenis warna misalnya merah (nilai = 1), putih (nilai 2).  Golongan darah misalnya A, B, AB dan O.

 

2.      Skala Ordinal

Skala Ordinal adalah skala berikutnya dengan tingkatan lebih tinggi dibandingkan dengan skala nominal.  Skala ini  bertujuan untuk membedakan antara kategori-kategori dalam satu variabel dengan asumsi bahwa ada urutan atau tingkatan skala. Angka-angka ordinal lebih menunjukkan urutan peringkat dari yang rendah menuju peringkat yang lebih tinggi atau sebaliknya.  Angka-angka tersebut tidak menunjukkan kuantitas absolute, tidak pula memberikan petunjuk bahwa interval-interval antar setiap dua angka itu sama.

Untuk variabel ini biasanya dipakai ukuran ordinal; atas, menengah dan bawah. Ukuran ini tidak menunjukkan angka rata-rata kelas ekonomi, dan tidak memberikan informasi berapa interval antara kelas ekonomi rendah dan kelas ekonomi atas. Tingkat pengukuran ordinal banyak digunakan dalam penelitian sosial dan ekonomi terutama untuk mengukur kepentingan, sikap atau persepsi. Melalui ukuran ini peneliti dapat membagi respondennya ke dalam urutan ranking atas dasar sikapnya pada obyek atau tindakan tertentu. Misalnya, seorang mahasiswa ingin mengukur tingkat kinerja karyawan di PT Komatsu Indonesia.  Maka dengan menggunakan skala ordinal ia dapat membagi  urutan-urutannya sebagai berikut : Nilai I untuk angka 100 – 80, kemudian Nilai II untuk angka 79 – 75, lalu angka III untuk nilai 74 – 60, dan nilai IV untuk angka kurang dari 60.  Perhatikan bahwa selisih angka untuk nilai I, II, III dan IV adalah tidak sama, tapi dapat berurutan.

 

3.      Skala Interval

Skala Interval adalah skala suatu variabel  yang hanya mempunyai sifat pembeda, dan berjenjang,  dan berinterval.  Selain dibedakan, dan mempunyai tingkatan, juga diasumsikan mempunyai jarak yang pasti antara satu kategori dan kategori yang lain dalam satu variabel. Skala dan indeks sikap biasanya menghasilkan ukuran yang interval. Karena itu ukuran ini merupakan salah satu ukuran yang paling sering dipakai dalam penelitian sosial dan ekonomi.

Salah satu skala interval yang popular adalah skala Likert.  Skala ini dibedakan Sangat tidak puas (STP) dengan bobot 1, Tidak Puas (TP) dengan bobot 2, Cukup (C) dengan bobot 3, Puas (P) dengan bobot 4,  Sangat Puas (SP) dengan bobot 5.     Semua penilaian yang positif atau baik misalnya Puas, Setuju, Baik, Tinggi dan seterusnya dinilai paling tinggi yaitu misalnya 4, sedangkan penilaian yang kurang baik atau negatif dimulai dari nilai rendah misalnya nilai 1.

 

4.      Skala Rasio

Skala Rasio adalah skala suatu variabel yang selain dibedakan, mempunyai tingkatan serta jarak antara suatu nilai dengan nilai yang lainnya, juga diamsumsikan bahwa setiap nilai variabel diukur dari suatu keadaan atau titik yang sama (mempunyai titik nol mutlak). Ukuran rasio diperoleh apabila selain informasi tentang urutan dan interval antar responden.

Misalnya, seandainya ada suatu skala rasio untuk prestasi, maka bila seorang mahasiswa yang mendapat skor 8 pada skala itu mempunyai prestasi yang dua kali lebih besar daripada mahasiswa lain yang skornya 4.

Contoh lain misalnya urutan data tertinggi.  Data yang mempunyai sifat pembeda, dan berjenjang,  dan berinterval serta mempunyai nol yang mutlak dan berjarak sama.  Contoh data dengan skala rasio : Kecepatan rata-rata mobil minibus : 80 km / jam,  umur dengan nilai 0, 1, 2,  3, 4 tahun dan seterusnya,  Life time ekonomis excavator adalah 10 tahun,  tinggi badan, luas lahan, nilai angka ujian,  Gaji Manager Mutu dan Produksi PT Adaro Tbk., dll

 

 


FADEL MUHAMMAD, PAHLAWAN NELAYAN DAN PETANI GARAM

Filed under :ARTIKEL, REHAT / PRODUK, UMUM


 Reshuffle kabinet masih menyisakan pertanyaan,  kekecewaan dan harapan terkait dengan menteri-menteri yang diganti.  Dari beberapa menteri yang diganti, terselip  sosok mantan Menteri Perikanan dan Kelautan,  yang  sungguh  menggelitik untuk dicermati dan dianalisis.  Sangat disayangkan… Siang ini pun saya kembali tergelitik untuk menulis beberapa kalimat, setelah membaca analisis pakar Manajemen UI  Prof. Rhenald  Khasali di Sindo, 27 Oktober 2011, berjudul  “Fadel Muhammad”.

Saya pribadi juga tidak pernah bertemu beliau secara langsung, namun sebagai sosok “beda” ini sangat dirasakan kehadirannya dimanapun dia berada. Saat ia menjadi pengusaha,  gubernur, ketua gubernur se Sulawesi dan menteri Kelautan dan Perikanan.   Saya hanya pernah beberapa kali menjejakkan kaki di Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gambir, saat saya menjadi  konsultan lepas Keuangan di Kementerian ini.  Begitu pertama kali, tahun 2009,  Kementerian ini dipimpin oleh Bang Fadel Muhammad, saya langsung memberikan selamat hangat kepada kolega saya yang bekerja di Kementrian ini.  Saya katakan “Selamat Anda mendapatkan Menteri tangguh yang luar biasa, Anda akan merasakan getarannya, motivasinya dan kecepatannya dalam bergerak.  Bersiaplah Anda tidak hanya akan diajak bergerak maju, namun Anda juga  akan diajak berlari sprint dengan kecepatan penuh…..!  Saat itu kolega saya tertawa renyah sambil berharap mudah-mudahan Kementrian ini akan semakin maju…

Sungguh benar apa yang terjadi kemudian … banyak peristiwa yang membuat kita terkaget-kaget atas sepak terjang Bang Fadel, seperti : ajakan Gerakan makan ikan dengan GEMARIKAN, Laporan Keuangan Kementrian yang tadinya Disclaimer menjadi Wajar tanpa pengecualian, Seminar-seminar tentang Perikanan dan Kelautan.  Penggagas Indonesia Blue Revolution Expo and Forum (IBREF), Pencanangan  gerakan nasional masyarakat minapolitan ( GEMPITA), rencana Swa sembada Garam, dan lain-lain.  Bang Fadel ini berani membongkar penyelundupan ikan kembung, ikan lele  dalam container container.  Ia juga berani melawan tentara malaysia, saat petugas patroli Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP)  menangkap  nelayan malaysia karena mereka memasuki wilayah Indonesia.  Ia juga berani melawan menteri lainnya sekiranya menteri tersebut  tidak pro rakyat, tapi lebih cenderung membela “beruang-beruang ekonomi”, Ini terjadi pada kasus garam impor yang menurunkan nilai jual garam di tingkat petani.

Berbicara mengenai Bang Fadel, saya ingat ketika saya membeli buku kecil beliau di Gramedia berjudul “Saya Pilih Jadi Pengusaha”, sekitar tahun 2000.  Buku itu berisi sejarah ringkas, jalan berliku dan perjuangan  beliau sebelum dan setelah menjadi pengusaha.  Buku itulah yang menggerakkan banyak orang, termasuk saya  untuk bertekad belajar menjadi pengusaha.  Begitu pula dengan bukunya yang berjudul menuju “Pengusaha Kelas Menengah”, dimana ia memaparkan konsep, bahwa bila suatu negara mau  maju, maka jumlah pengusaha kelas menengah harus diperbanyak, sehingga Negara menjadi kuat, mandiri, tidak tergantung oleh Negara lain.

Namun memang aneh negara ini.  Bila ada menteri, sosok yang kontroversial, sosok yang beda dengan pemikiran yang maju, kreatif, cepat berlari mengejar target, mau berlelah-lelah turun ke lapangan membela kaum papa nelayan dan rakyat kecil, ternyata malah dipensiunkan.  Namun demikian patut diperhatikan  bahwa pemimpin sejati maju bukan karena dipanggil tugas, namun  pemimpin sejati bertugas karena panggilan.  Petambak garam dan nelayan pun adalah pahlawan sejati yang setia menjaga perbatasan yang emlindungi negeri dari segala serangan.  Mereka lebih baik dalam menjaga pertahanan Negara, apalagi jika mereka diberikan kapal–kapal besar dan pekerjaan menarik, dari pada membeli kapal perang yang tak akan pernah cukup menjaga bibir pantai yang begitu luas di sepanjang pantai Indonesia.

Melalui tulisan ini,  lepas dari kelebihan dan kelemahan seseorang, kami ingin mengucapkan banyak terima kasih tulus kepada Bang Fadel, selama ini mampu berbuat banyak dan menjadi pembela bagi nelayan dan petani garam.  Saya harapkan Bang Fadel terus maju berkarya memajukan bangsa Indonesia, sebagaimana saat ia menjadi pengusaha di Bukaka, Gubernur di Gorontalo, Ketua Gubernur Se Sulawesi dan Menteri Perikanan dan Kelautan.  Selamat datang Bang Fadel dalam tantangan baru, kami tunggu sepak terjang di manapun Bang Fadel berada.  Tetap Semangat, Bravo Indonesiaku…

Agung Wahyudi Biantoro, MM


<