Cara Cepat dan Mudah buat Skripsi – Tesis

semut

Skripsi / Tesis adalah karya akhir ilmiah yang harus diselesaikan oleh mahasiswa S1/S2, sedangkan Disertasi adalah karya akhir ilmiah khusus mahasiswa S3.   Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:1080), skripsi diartikan sebagai karangan ilmiah yang diwajibkan sebagai bagian dari persyaratan pendidikan akademis.  Menurut pengalaman kami selama ini, untuk menyelesaikannya para mahasiswa harus  sungguh-sungguh,  yaitu dengan melakukan  3  jurus khusus.   Ketiganya adalah :  1.  Sediakan waktu yang cukup  2. Tulis apa yang Anda ketahui, Anda amati, Anda teliti dan 3.  Segera serahkan ke Dosen Pembimbing, dan terus berikan progres.  Silakan  perhatikan Bagan 1 berikut ini :

Mulai –> 1. Sediakan waktu –> 2. Tulis, tulis dan Tulis  –> 3.  Segera berikan progres ke dosen


1.  Sediakan Waktu

Ini memerlukan suatu niat dan tekad yang bulat untuk menyediakan waktu,  dan serius untuk menuntaskan skripsi. Anda harus fokus untuk menuntaskan skripsi dan jangan main – main dengan skripsi.  Kebanyakan dari mereka yang gagal dan DO kuliah adalah mereka yang tidak mau dan tidak berniat berniat menyediakan waktu untuk menuntaskan skripsi.  Segala sesuatu haruslah berdasarkan niat.  Niat untuk menyelesaikan skripsi dan menyediakan waktu. Kata hadist Rasul disebutkan  : ”Inamal a’malu bin niat” artinya ”Segala sesuatu itu berasal dari niatnya seseorang”.   Bila niatnya sudah ada dan berniat untuk menyediakan waktu  dan menuntaskan skripsi maka diharapkan cepat lulus.

Setelah niat itu ada maka usahakan bertemu dengan dosen yang telah ditunjuk oleh pihak kampus sebagai dosen pembimbing penelitian. Kadang seorang seorang mahasiswa mendapatkan 1 dosen pembimbing, kadang mendapatkan 2 dosen pembimbing (misalnya dosen materi penelitian dan dosen teknis penulisan ilmiah). Keduanya tidaknya menjadi soal, karena keduanya ada kelemahan dan kelebihannya masing – masing. Bila hanya ada 1 dosen pembimbing, kelebihannya adalah proses penelitian lebih cepat karena hanya diperiksa oleh satu dosen, tetapi kelemahannya dosen tersebut kadang tidak teliti dalam menelaah hasil penelitian, dan bentuk tulisannya. Untuk menutupinya, maka mahasiswa harus kerja ekstra memeriksa hasil penelitiannya.  Sebaliknya dengan dua dosen pembimbing maka waktu yang dilalui untuk pemeriksaan cenderung lebih lama, tetapi hasilnya sering kali lebih bagus karena  penelitian tersebut diperiksa oleh dua orang yang kompeten dan saling melengkapi.

Pastikan mengetahui kesukaan atau tabiat dari dosen pembimbing dalam komunikasi.  Apakah ia suka ditelepon Hpnya, atau di SMS. Apakah suka ditemui di kampus atau ditempat kantornya untuk bimbingan skripsi ? Jam berapakah ia dapat dihubungi, apakah jam kantor atau setelah jam kantor ?   Selain itu tanyalah kepada rekan dosen atau para mahasiswa senior kita, apakah kesenangan dari dosen tersebut ? Apakah dosen pembimbing suka burung peliharaan, suka tanaman hias, suka berdakwah atau suka bola Liga primer Inggris ?  Bila sudah ketemu, cari info banyak-banyak, sehingga bila ada kesempatan berkonsultasi,  maka pembicaraan skripsi yang juga diselingi dengan kesukaan atau hobby beliau, sehingga pembicaraan jadi ”cair”, dan skripsi bisa berjalan lancar.

Bila sudah ada janjian, jangan lupa untuk mempersiapkan beberapa tema atau judul penelitian yang akan diteliti. Buatlah dua atau tiga tema yang akan dibuat penelitian. Bila satu tema ditolak, ada alternaltif yang lain, bila yang kedua ditolak ada tema ketiga dan seterusnya. Kalau perlu siapkan buku  dan data – data pendukung sebelum menghadap dosen pembimbing. Dosen pembimbing  kita akan senang bila kita datang dengan keadaan siap dengan judul, tema dan pertanyaan yang sekiranya muncul dari dosen.

Selanjutnya bila topik atau judul penelitian telah disetujui, maka tugas kita adalah membuat  proposal penelitian.

2. Tulis, tulis dan Tulis

Judul telah disetujui maka tugas kita adalah menulis  proposal penelitian. Saat membuat proposal penelitian dapat dilakukan bab demi bab, dimulai dari bab 1 (Pendahuluan), bab 2 (Landasan teori) dan bab 3 (Metode penelitian). Usahakan agar dapat membuat proposal penelitian langsung 3 bab, dari bab 1, bab 2 dan bab 3.   Sertakan pula Tabel jadwal penelitian, yang merupakan target kita menyelesaikan poposal penelitian dan penelitian skripsi.

Bab 1 dalam proposal penelitian adalah bab  yang sangat penting, karena pada bab ini terdapat uraian latar belakang, masalah yang dihadapi, ketertarikan kita terhadap masalah tersebut untuk diseelsaikan, batasan masalah (supaya topik tidak melebar) dan rumusan masalah (berisi pertanyaan masalah yang harus dijawab, sehingga terlihat landasan teori yang dibutuhkan dan metodologi yang digunakan).   Bab 1 juga awalan dari kita apakah topik penelitian kita disetujui atau tidak oleh dosen pembimbing.

Saat membuat bab 1 hingga bab 3 jangan lupa untuk memperhatikan kaidah Bahasa Indonesia yang baku. Cara membuat kalimat yang benar dapat dilihat pada artikel mengenai penggunaan EYD.  Sesuaikan kalimat dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Bila tidak ada padanan kata Bahasa Indonesia, buat dengan menggunakan cara Italics (miring), dengan demikian orang tahu bahwa itu adalah bahasa asing.

Selain itu  jangan lupa untuk memakai pedoman pembuatan skripsi / tesis sesuai dengan peraturan yang dibuat oleh kampus yang bersangkutan. Beberapa kampus mempunyai susunan bab yang agak berbeda. Misalnya kampus A mensyaratkan 5 bab pada skripsi, tetapi kampus B mensyaratkan 6 bab bahkan ada yang 7 bab.  Sampai  tujuh bab itu misalnya berisi  : pendahuluan, landasan teori, metode penelitian, sejarah dan perkembangan perusahaan, hasil penelitian, pembahasan penelitian serta kesimpulan dan saran.

Dengan memiliki buku pedoman pembuatan skripsi dan metode penelitian, maka kita siap menulis skripsi, siap menuangkan hasil penelitian dan pembahasan dalam penelitian kita. Ingatlah hanya ada 3 jenis buku yang dipakai sebagai rujukan skripsi : pertama adalah buku utama, buku dasar atau buku  teknis sesuai dengan topik penelitian yang akan diteliti, misalnya bila penelitian manajemen sumber daya manusia, maka buku yang digunakan adalah  buku yang berhubungan dengan manajemen SDM, yang kedua adalah buku statistika dan buku metode penelitian berisi statistika dan metode – metode yang digunakan penelitian,  yang ketiga buku / rujukan tambahan adalah jurnal, buku dan majalah yang menunjang penelitian, koran,  buku-buku teknik penulisan ilmiah atau buku metode penelitian.

Setelah menulis bab 1 – 3, jangan lupa untuk diskusikan dengan teman, bandingkan dengan teman, dan bila perlu konsultasikan dengan para senior dan ahli statistika.  Dari semua penelitian,  sekali lagi bab yang paling penting adalah bab 1, karena di dalamnya terdapat  adalah topik, latar belakang, sesuatu yang menarik untuk diteliti, masalah penelitian dan rumusan masalah yang harus dijawab oleh peneliti.  Biasanya bila bab 1 telah ok, maka bab-bab  selanjutnya tinggal mengikuti.

Perlu diketahui bahwa penelitian / skripsi adalah karya ilmiah, dan karya ilmiah akan sangat terasa dengan adanya sentuhan statistika dan metodologi penelitian.  Carilah teman yang mengerti statistika (misalnya bagaimana membuat penelitian deskriptif, penelitian kuantitatif atau kualitatif) dan diskusikan metode yang cocok untuk penelitian tersebut.  Usahakan mahasiswa mengerti dasar-dasar statistika dalam penulisan ilmiah seperti skripsi / tesis.

c.  Serahkan ke dosen pembimbing

Langkah selanjutnya adalah bila sudah siap, maka segera berkas proposal / progres penelitian tersebut kita serahkan ke dosen pembimbing. Usahakan dapat melakukan perjanjian terlebih dahulu, karena biasanya dosen pembimbing adalah orang sibuk, yang tidak hanya mengurus masalah kita saja, tetapi juga mengurus masalah – masalah lainnya. Usahakan jangan melakukan perjanjian dengan SMS, tetapi dengan cara menelepon dengan demikian dirasa lebih sopan.

Kemudian setelah bertemu dengan dosen pembimbing  dan diberikan ”hadiah” berupa revisi atau catatan, usahakan coretan tersebut dalam bentuk tertulis, bukan lisan. Segera setelah itu  diperbaiki kembali, jangan lama-lama di tangan kita. Segera diperbaiki dan kirim ke dosen agar ada progresnya dari waktu ke waktu.  Sewaktu diberikan ke dosen, jangan lupa untuk menyertakan coretan dosen yang lama, sehingga dosen ingat apa yang harus diperbaiki sebelumnya.   Saat perbaikan gunakan rujukan / buku yang berasal buku teks baru, perpustakaan, perpustakaan pribadi, internet (gunakan mesin pencari Google, dll) dengan tahun terbit sebaiknya 7 tahun terakhir.

Pada tahap lanjut, bila Bab 1 – 3 (proposal) telah disetujui dosen pembimbing,  dapat segera mencari data / menyebarkan kuesioner dan langsung menuntaskan bab 4 (Hasil dalam bentuk pengolahan data disertai dengan Pembahasan) dan 5 (Kesimpulan dan saran).  Silakan lihat Bagan 1, dimana kita harus menyediakan waktu, kemudian catat dan olah data dari  yang kita lihat, kita amati.   Ingat jangan lama-lama, buatlah target dalam menyelesaikan skripsi, misalnya dalam 4 bulan skripsi harus rampung, dan sudah ujian sidang.

Saat menjelang ujian skripsi maka, jangan lupa berdoa pada Allah SWT agar lulus dengan sangat baik.  Ada beberapa yang harus  disiapkan misalnya materi presentasi, makalah yang harus diberikan dosen penguji, administrasi dan lain-lain.    Perlu pula diketahui aspek pendekatan dan penilaian skripsi.  Berikut adalah list  dan perkiraan persentasenya :

  1. Penguasaan topik dan materi  skripsi (40%)
  2. Penguasaan metodologi penelitian (30%)
  3. Penguasaan teknik penulisan skripsi (10%)
  4. Penggunaan bahasa komunikasi tentang isi skripsi (10%)
  5. Sikap dan perilaku dalam ujian sidang (10%)

Sumber : Darmono dan Ani M Hasan (2007 : 87), diolah

Kemudian setelah selesai ujian, ucapkan syukur alhamdulillah, dan  ”SELAMAT  Anda telah menjadi SARJANA / MAGISTER dan siap berkarya dan siap berwirausaha untuk Bangsa”.  Segera memperbaiki ujian bila ada perbaikan, biasanya mahasiswa diberikan waktu sekitar 1-2 minggu.

Demikian cara cepat dan mudah buat skripsi / tesis, semoga penelitian skripsi rekan-rekan cepat beres, dan mendapatkan nilai yang sangat memuaskan.  Amieen.

Catatan :   Berikut adalah susunan standar pembuatan skripsi di kampus-kampus (beberapa kampus menerapkan kondisi agak beda)

Setiap skripsi / tesis terdiri dari tiga bagian utama,  yaitu :

Bagian Pertama

Bagian pertama adalah bagian awal yang diletakkan sebelum bagian utama.  Bagain ini terdiri dari

  1. a. Cover  skripsi, b. Cover dalam skripsi
  2. Halaman judul
  3. Halaman persetujuan
  4. Halaman persembahan
  5. Abstrak
  6. Kata pengantar
  7. Daftar isi
  8. Daftar tabel
  9. Daftar gambar
  10. Daftar lampiran

Bagian kedua : Ini adalah bagian utama dari skripsi yang biasanya terdiri dari 5 bab  dan Daftar Pustaka.  Perinciannya adalah sebagai berikut :

  1. Pendahuluan, masalah yang dihadapi, rumusan masalah, sistematika penulisan
  2. Kajian pustaka,  Kerangka berpikir,  dan perumusan Hipotesis
  3. Sejarah perusahaan, Metode penelitian
  4. Hasil penelitian dan pembahasan
  5. Kesimpulan,  Implikasi dan Saran
  6. Daftar Pustaka

Bagian Ketiga : adalah bagian penunjang dan kelengkapan dari apa yang telah dibahas dari bab 1 hingga bab 5.  Bagian ini terdiri dari Lampiran Tabel, Lampiran Gambar,  Lampiran Foto dan video (bila ada), Indeks kata dan lain-lain.

(Agung W & tim www.mediaskripsi.com )

6 Comments

  1. kalo semua sudah dilaksanakan dan ternyata hasilnya kurang memuaskan berarti ada yang salah dengan “kita” ya….?

  2. Ya mas Fauzi
    Yang penting kita sudah berusaha dan berdoa sebaik mungkin, dengan cara-cara terbaik pula.
    Tetapi Allah jua yang menentukan. Kita berusaha ke depan bisa lebih baik lagi. Amien.

  3. koq dosen saya meminta saya menulis 7 bab ya pak?
    saat saya tanya alasannya, beliau bilang karena tergantung metodologi penelitian, apabila kualitatif maka 7 bab. jujur saya baru tau ada yang 7 bab, sebab selama menulis karya ilmiah dengan kualitatif dan melihat beberapa contoh kakak tingkat yang kualitatif mereka menggunakan 5 bab

    bagaimana menurut bapak?
    terima kasih

  4. admin

    Halo mbak Rachma yang baik
    Tidak ada pedoman yang pasti mengenai penelitian, tergantung dari kampus ybs. Biasanya sih 5 bab, yaitu Pendahuluan, Tinjauan pustaka, Metode Penelitian, Hasil dan Pembahasan, Kesimpulan. Kalau ada 7 bab, bisanya ada tambahan bab misalnya Bab Sejarah perusahaan, Bab Hasil dan Bab Pembahasan (dipisah). Silakan lihat Buku Pedoman Skripsi di kampus mbak, atau tanya ke dosen tsb bab apa saja yang dimaksud. Tetap semangat dan semoga cepat selesai ya …

  5. Mas saya mau nanyak, saya masih bingung cara membuat latar belakang yang baik, apa berdasarkan Rumusan masalah atau bagaimana mas? Terima kasih…

  6. Mas Fadli yang baik
    latar belakang yang baik adalah berdasarkan pengamatan, pengalaman, keadaan di sekeliling kita dan menarik perhatian kita. Misalnya bila kita bekerja di bank melihat antrian yang tidak tertangani dengan baik, tidak teratur,tidak nyaman. Nah ini adalah masalah yang menarik berdasarkan pengamatan kita, dan kita bekerja di tempat tersebut sehingga izin penelitian dan pengambilan data tidak sulit. Topik mengenai antrian dan kenyamanan pelanggan bisa kita ambil dan ajukan kepada dosen. Latar belakang –> Bank adalah bisnis jasa yang sarat dengan pelayanan dan kenyamanan, –> ada masalah –> antrian dan kenyamanan terganggu –> jadikan rumusan masalah –> ketemu landasan teori dan metodologi. dst. Demikian mas Fadli mudah2 an dapat pencerahan. terima kasih

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline