METODE DAN PENDEKATAN PENELITIAN AGAMA

Oleh : Agung Wahyudi Biantoro*

Metode penelitian Agama merupakan cara bagaimana penelitian agama dilakukan secara benar dan sistematis.  Hal ini meliputi desainnya, kerangka kerjanya, populasinya, sampelnya,  dan  teknik sampling.  Selain  itu akan dijelaskan bagaimana identifikasi variabel dan definisi operasionalnya, bagaimana cara pengumpulan data, analisa data, apa keterbatasannya dan lain-lain.

Berdasarkan tujuan yang hendak dicapai, maka penelitian dapat dibedakan menjadi 6 jenis  yaitu :

1.  Penelitian eksploratif

2. Penelitian deskriptif

3. Penelitian historis

4. Penelitian korelasional

5.  Penelitian sebab akibat dan komparatif

6.  Penelitian eksperimen

berikut adalah penjabaran dari penelitian tersebut :

A.  Penelitian eksploratif

Penelitian ini disebut sebagai penelitian pendahuluan.  Penelitian pendahuluan digunakan untuk mengetahui atau mengamati gejala-gejala sosial dan keagamaan secara dini yang terjadi di masa kini atau masa lalu.  Data dikumpulkan oleh peneliti untuk melihat fenomena yang terjadi kemudian dihubungkan  dengan tujuan penelitian.

Contoh penelitian ini adalah dengan melakukan gejala-gejala keagamaan yang terjadi misalnya gejala berkembangnya berbagai macam aliran yang menyimpang dari ajaran agama Islam yang telah diyakini kebenarannya.  Gejala ini bisanya marak pada daerah-daerah pinggir perkotaan atau di daerah pedesaaan yang kurang kesejahteraannya.  Mereka melakukan kegiatan keagamaan yang cenderung berbeda dengan kebanyakan orang, berdasarkan pemikiran dan pengalaman spiritual pemimpinnya. Misalnya penelitian yang mengarah kepada komunitas Ahmadiyah, komunitas Lia Eden dan sebagainya.  Berdasarkan penelitian ini maka dapat dikembangkan berbagai penelitian lain seperti penelitian historis, penelitian korelasi, deskriptif atau sebab akibat.

B. Penelitian deskriptif

Arti deskriptif adalah uraian, paparan atau keterangan.  Tujuan penelitian deskriptif adalah untuk mengetahui paparan, uraian terhadap suatu kasus  yang sedang diteliti.  Dengan mengetahui paparan ini maka diharapkan peneliti dapat menganalisis dan memecahkan suatu masalah secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta yang didapat di suatu daerah tertentu.

Penelitian deskrptif ini mempunyai ciri-ciri yaitu untuk membuat suatu keterangan dan paparan terhadap suatu situasi atau kejadian tertentu.  Menurut Usman dan Abdi (2008:30) penelitian deskriptif adalah akumulasi data dasar dalam cara deskriptif semata-mata, tidak perlu mencari hubungan korelasi, hubungan sebab akibat dan tidak perlu mencari hipotesis sebagai jawaban sementara terhadap suatu penelitian.   Sebagian para ahli menyatakan bahwa penelitian deskriptif lebih luas cakupan penelitiannya, kecuali dalam penelitian sejarah dan penelitian ekperimental.

Berikut adalah contoh penelitian deskriptif :

  1. Survei mengenai pendapat para umat mengenai pernikahan poligami studi kasus terhadap suatu tokoh pimpinan daerah tertentu
  2. Analisis demografik terhadap umat muslim yang menjadi umat minoritas di wilayah tertentu
  3. Analisis kebutuhan pelatihan ketrampilan bagi para mubaligh di daerah – daerah terpencil di Kabupaten Pandeglang, Banten

Dalam penelitian deskriptif maka peneliti harus dapat menyajikan data yang diperoleh melalui pengamatan, wawancara, kuesioner, angket maupun dokumentasi.    Pada prinsipnya data yang disajikan haruslah mempunyai karakter adalah lengkap, mudah dipahami, menarik dan komunikatif.  Penyajian data yang baik dapat menggunakan bentuk sebagai berikut :

  1. Tabel

Tabel merupakan bentuk penyajian yang banyak digunakan karena lebih efisien dan komunikatif.  Tabel terdiri dari kolom dan baris yang berkaitan satu dengan yang lain.

  1. Grafik

Grafik bentuknya bermacam-macam, ada yang berbentuk garis,  batang dan lain-lain. Dari bentuk ini muncul pula bermcam-macam variasi misalnya berbetuk 2 dimensi dan 3 dimensi.

  1. Pie

Adalah grafik yang berbentuk bulat seperti kue pie, dan biasa digunakan untuk menunjukkan perbandingan persentase, sehingga mudah dibaca dan dibandingkan antara bagian satu dengan bagian lain.

  1. Pictogram

Adalah bentuk grafik dengan menggunakan gambar sesuai dengan obyek yang sedang diamati / diteliti.

C. Penelitian historis

Penelitian historis erat hubungannya dengan kejadian masa lalu yang ingin diteliti oleh peneliti.  Peneliti dapat melakukan rekontruksi terhadap gejala masa lampau yaitu gejala keagamaan yang berkaitan dengan sosial, budaya, poltik dan ekonomi.   Penelitian ini sangat populer di lingkungan pemerintahan termasuk di lingkungan Departemen Agama.  Salah satu yang sering dilakukan obyek penelitian adalah mengenai  kesenjangan ekonomi dan sosial  di Indonesia dihubungkan  dengan keadaan sejarah masa lampau di masa penjajahan  Belanda.  Contoh lainnya misalnya keterbelakangan sosial dan ekonomi di beberapa daerah dihubungkan dengan keyakinan beragama yang masih dipengaruhi oleh  kepercayaan akan  kekuatan magis suatu benda atau roh.

Penelitian ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Memahami keberadaan masyarakat di masa lalu dengan upaya melakukan rekontruksi terhadap fenomena masa lalu
  2. Pengungkapan gejala keagamaan masa lalu dengan pendekatan terkait dengan masalah politik, sosial ekonomi dan budaya.
  3. Penelitian historis cenderung menggunakan data sekunder yang berasal dari orang lain.
  4. Analisis mendalam mengenai data apakah data tersebut asli  sesuai denngan standar yang telah ditetapkan. Selanjutnya harus diteliti pula apakah data  tersebut relevan / sesuai atau tidak dengan rumusan masalah yang akan diteliti.  Jangan lupa untuk memberikan batasan –batasan  serta kelemahan-kelemahan penelitian.
  5. Pada pengungkapan sejarah masa lalu maka pelaku atau saksi atas peristiwa tersebut dapat dilakukan dengan cara wawancara lisan mendalam  (deep interview).
  6. Bila saksi hidup sudah tidak ada maka pengambilan dan penelusuran data dapat digali dari jurnal, perpustakaan, arsip-arsip di museum, informasi-informasi tua di suatu tempat, majalah-majalah tua, koran lama, penggalian bahan-bahan rujukan yang sudah tidak diterbitkan dan keturunan dari saksi yang hidup di masa tersebut.

D. Penelitian korelasional

Korelasi adalah menghubungan antara satu dengan yang lain. Penelitian korelasional adalah penelitian untuk mengetahui kekuatan hubungan antara dua variabel atau lebih, dengan tingkatan hubungan dapat dilihat berdasarkan koefisien korelasi.    Nilai korelasi ini disimbolkan dengan huruf, dengan nilai r antara -1 sampai dengan 1.  Nilai -1 sangat kuat sempurna, dan berbanding terbalik, sedangkan nilai 1 sangat kuat sempurna, dan berbanding lurus.  Sedangkan nilai 0,5 berarti sedang, atau cukup kuat.

Menurut Usman dan Abdi  (2008 : 35) penelitian ini mempunyai ciri-ciri sebagai  berikut :

  1. Penelitian ini dilakukan bila variabel yang diteliti  cukup rumit dan data-datanya tidak dapat dimanipulasi
  2. Penelitian ini dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa variabel secara serentak.  Hasil yang didapat adalah berupa taraf tinggi atau rendahnya hubungan antara dua variabel atau lebih.
  3. Penelitian ini terdapat kelemahan-kelemahan yaitu : Penelitian ini tidak menggunakan variabel kontrol, pola hubungan antara kedua variabel tidak saling mempengaruhi dan cenderung tidak jelas atau kabur.    Hasil penelitian tidak menunjukkan saling hubungan yang bersifat kausal

E.  Penelitian sebab akibat (Causal-Comparative Research)

Penelitian sebab akibat adalah penelitian yang mengungkapkan pengaruh sebab akibat berdasarkan variabel yang ada, dengan melakukan pengamatan.   Tujuan penelitian kausal komparatif adalah untuk mengetahui hubungan antara dua atau beberapa variabel tentang kemungkinan sebab akibat berdasarkan suatu pengamatan.   Pada penelitian ini  berbeda dengan penelitian eksperimen karena pada penelitian eksperimen terdapat variabel kontrol dan situasinya dikondisikan pada keadaan tertentu.

Penelitian ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Penelitian ini biasanya terdiri dari satu dependen variabel (variabel terikat, yaitu variabel Y), dengan satu independen variabel (variabel bebas, yaitu variabel X ).  Penelitian ini dapat dikembangkan dengan menggunakan lebih dari satu variabel bebas, yang disebut dengan regresi ganda atau regresi multivariate
  2. Penelitian ini hanya berlaku searah, dan tidak otomatis berlaku bolak balik.  Misalnya pengaruh antara variabel X terhadap variabel Y, dan tidak berlaku atau belum tentu berlaku pengaruh sebaliknya yaitu  pengaruh variabel Y terhadap X.
  3. Dari penelitian ini maka akan juga dihasilkan nilai koefisien korelasi atau nilai kekuatan hubungan antar dua variabel, dengan simbol r.
  4. Penelitian ini mempunyai keunggulan yaitu ini sangat bagus untuk berbagai keadaan, bila metode yang lebih kuat,  yaitu metode eksperimental tak dapat digunakan.  Selain itu dapat digunakan bila kontrol di laboratorium untuk berbagai tujuan dan penelitian adalah tidak praktis,  terlalu mahal,  atau dipandang dari segi etika diragukan/dipertanyakan.  Metode ini juga menghasilkan informasi yang sangat berguna mengenai sifat-sifat gejala yang dipersoalkan, misalnya variabel A sejalan dangan variabel lain,  bagaimana  kondisi nya, dan  pada urutan dan pola yang bagaimana dan yang sejenis dengan itu.
  5. Sedangkan kelemahan penelitian ini adalah tidak adanya kontrol terhadap variabel bebas.  Peneliti harus mengambil fakta-fakta yang dijumpainya di lapangan tanpa kesempatan untuk mengatur kondisi-kondisi yang ideal dalam suatu penelitian. Untuk mencapai kesimpulan akurat,  peneliti harus mempertimbangkan segala alasan yang mungkin ada atau hipotesis-hipoesis alternatif yang mungkin diberikan untuk memperkuat argumen penelitian.

F.  Penelitian eksperimen

Penelitian eksperimen tidak hanya dilakukan oleh kalangan eksak saja di laboratorium.  Penelitian ini dapat juga dilakukan di ranah agama dan sosial yang sering terjadi bukan disebabkan oleh satu variabel melainkan dari berbagai variabel.  Selain digunakan untuk mengetahui hubungan antar dua variabel atau lebih, penelitian ini juga digunakan untuk mengetahui pengaruh satu variabel atau beberapa variabel terhadap variabel lain secara kasualitas.

Menurut Maman KH et al ( 2006 : 32) penelitian eksperimen mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Penelitian eksperimen tidak hanya melihat hubungan antara satu variabel dengan yang lainnya, tetapi juga untuk melihat pengaruh variabel satu terhadap variabel lainnya.
  2. Bila ada variabel yang dianggap dapat mengganggu penelitian tersebut, maka diusahakan untuk mengurangi atau menghilangkan variabel, sehingga peneliti dapat melihat pengaruh variabel tersebut secara kasualitas dengan melihat fenomena sosial yang terjadi.  Pengurangan gangguan ini dapat dilakukan dengan kontrol
  3. Penelitian eksperimen lebih cenderung dilakukan dengan dengan pendekatan kuantitatif, dan tidak dilakukan dengan pendekatan kualitatif.

Selanjutnya berdasarkan pendekatan penelitian maka terdapat dua jenis penelitian utama yaitu penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif.  Sepintas maka kedua jenis penelitian terlihat sangat kontras.  Penelitian kualitatif dalam mengumpulkan data menganalisis data tidak berdasarkan angka, atau hanya sedikit menggunakan angka.  Sedangkan pada penelitian kuantitatif metode pokoknya adalah statistik yang berupa perhitungan angka, grafik dan tabel.

Pada penelitian kualitatif dilaksanakan dengan alamiah yaitu dengan menggunakan data apa adanya, dan tidak dimanipulasi.  Peneliti menggunakan data lalu menganalisisnya berdasarkan teori yang ada dan lebih menekankan pada dekriptif secara apa adanya.  Penelitian kualitatif menggunakan pemahaman yang mendalam dengan menggunakan wawancara mendalam dan utuh, terhadap realitas sosial yang ada.

Berbeda dengan penelitian kualitatif, maka penelitian kuantitatif lebih banyak berbicara dengan angka.  Berdasarkan teorinya maka penelitian ini mengurai dan menarik hipotesis yang kemudian dibuktikan dengan data.  Menurut Abdullah (2006 : 191) peneliti tidak semata-mata mendiskripsikan situasi itu apa adanya, tetapi mendeskripsikan berdasarkan teori yang diperkirakan sama dengan keadaan yang sedang dihadapi.  Oleh karena itu seorang peneliti harus menggunakan teori dan metode kuantitatif yang tepat  untuk menghasilkan informasi yang akurat dan penting.  Salah satu ciri dari penelitian ini adalah bersifat deduktif, artinya dalam pengambilan kesimpulan maka hasilnya mengerucut apakah sesuai dengan hipotesis yang telah dibuat atau tidak sesuai dengan hipotesis awalnya.   Berikut adalah ulasan ringkas mengenai penelitian kualitatif dan kuantitatif :

G.  Penelitian Kualitatif

Sebagai pedoman ringkas bagi mahasiswa calon sarjana, magister atau doktor yang akan memilih metode penelitian kualitatif bagi rancangan penelitiannya, maka dibutuhkan kesepakatan dan kesamaan persepsi ciri penelitian kualitatif, yaitu sebagai berikut :

1)      Paradigma penelitian kualitatif adalah Interpretive/Constructivist.

Bahwa realitas dibangun (dikonstruksi) dalam suatu konteks dan kehidupan sosial. Studi ini mengarahkan peneliti kepada pemahaman dan penafsiran makna menurut apa yang dikontruksi subjek yang diteliti berdasarkan interaksi sosialnya, dan bukan menurut rumusan peneliti.  Variabel-variabel adalah kompleks, saling berkaitan, dan sulit untuk diukur.

2)      Studi dilakukan oleh peneliti dalam konteks alamiah subjek (naturalistic inquiry), peneliti melakukan kontak langsung dengan subjek di lapangan.

3)      Alasan atau tujuan penelitian adalah untuk memperoleh pemahaman menyeluruh (holistic), penafsiran makna, yang bersifat kontekstual.

4)      Pendekatan analisis data induktif, dan kemungkinan berpeluang cukup tinggi untuk menghasilkan hipotesis dan teori-teori yang bersifat substansial.

5)      Penelitian kualitatif menekankan kepada proses.

6)      Desain penelitian adalah fleksibel (bersifat sementara)

7)      Peneliti merupakan instrumen kunci

8)      Pengambilan sampel purposive, sifat naturalistik menghindari pengambilan sampel acak, dengan maksud agar memperoleh kasus-kasus yang akan diteliti.

9)      Ada kesepakatan makna dan tafsir dari data yang diperoleh dengan sumber-sumbernya.

10)  Modus laporan studi kasus.

11)  Penafsiran idiografik (dalam arti keberlakuan khusus), bukan nomotetik (mencari hukum keberlakuan umum).

Laporan Hasil Penelitian Kualitatif

Setiap kampus perguruan tinggi memiliki format yang mirip satu dengan yang lain.  Berdasarkan ciri karakteristik penelitian kualitatif maka penyusunan laporan hasil penelitian dapat mengikuti format laporan hasil penelitian yaitu Bab I Pendahuluan, Bab II  Landasan Teori, Bab III  Metodologi  Penelitian, Bab IV       Temuan-temuan penelitian,  dan Bab V  Pembahasan Hasil Penelitian dan Bab VII  Kesimpulan dan Saran, Daftar Pustaka dan Lampiran-lampiran

Uraian lebih lengkap mengenai penelitian dengan pendekatan kualitatif dapat dilihat pada bab berikutnya.

B.  Penelitian Kuantitatif

Dalam penelitian agama terdapat pula metode penelitian selain metode penelitian kualitatif, yaitu dengan menggunakan metode kuantitatif.  Metode kuantitatif adalah suatu metode penelitian yang banyak menggunakan data angka dengan segala bentuk analisisnya.  Metode ini mempunyai sifat deduktif artinya hasil penelitian diarahkan menuju suatu kesimpulan yang menyempit, fokus untuk dijadikan rujukan general.

Ada beberapa anggapan bahwa metode penelitian agama lebih mengutamakan penelitian kualitatif karena agama bersifat abstrak, sulit diukur, berhubungan dengan sosiologi dan psikologi jiwa individu dan  masyarakat.  Pendapat ini tentu saja tidak selamanya benar.  Memang pada kasus-kasus tertentu penelitian agama banyak menggunakan pendekatan kualitatif, namun demikian pendekatan kuantitatif juga banyak digunakan.

Untuk lebih jelas berikut adalah perbedaan Laporan hasil antara penelitian kualitatif dengan penelitian kuantitatif.

Laporan Hasil Penelitian Kuantitatif

Berdasarkan ciri karakteristik penelitian kuantitatif maka penyusunan laporan hasil penelitian dapat mengikuti format laporan hasil penelitian sebagai berikut :

DAFTAR ISI

BAB I       : PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah
  2. Identifikasi Masalah
  3. Pembatasan masalah
  4. Perumusan Masalah
  5. Tujuan Penelitian
  6. Manfaat Penelitian
  7. Sistematika Penulisan
  8. Kerangka Pikir Penelitian

BAB II      : RUJUKAN  TEORI

  1. Sejarah Perusahaan
  2. Teori yang berhubungan dengan Topik yang akan diteliti
  3. Kerangka Pikir penelitian

BAB III    : METODOLOGI PENELITIAN

  1. Rancangan Penelitian
  2. Tempat dan waktu penelitian
  3. Populasi, sampel dan Teknik sampling
  4. Bahan dan Alat penelitian
  5. Teknik Analisis data
  6. Prosedur pelaksanaan penelitian

BAB IV    : HASIL DAN PEMBAHASAN

  1. Gambaran umum sampel penelitian
  2. Analisis Utama
  3. Analisis Tambahan
  4. Pembahasan

BAB VI    : KESIMPULAN DAN SARAN

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN-LAMPIRAN

Dari uraian diatas, maka untuk lebih lengkap dapat dilihat uraian dibawah ini mengenai perbedaan antara penelitian kualitatif dan kuantitatif.

PERBEDAAN PENELITIAN KUALITATIF DAN KUANTITATIF

Tabel 2.1.  Perbedaan Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif

Aspek

Penelitian Kualitatif

Penelitian Kuantitatif

  1. Masalah yang diteliti
Menekankan pada semua variabel, jika dimungkinkan dijadikan permasalahan yang diteliti lebih dalam Menekankan pada beberapa variabel
  1. Tujuan
Mengembangkan kepekaan konsep dan penggambaran realitas yang tidak tunggal Menguji teori dan menegakkan fakta-fakta
  1. Pola
Ke lapangan à mencari dan menemukan data à data dicocokan dengan teori à teori bersifat bottom up Ada masalah à berteori à berhipotesis à ke lapangan à mencari dan mengumpulkan data à menguji hipotesis à teori bersifat top down
  1. Sifatnya
Deskriptif Deskriptif, Komparatif, Asosiatif
  1. Kebenaran
Emik Etik
  1. Asumsi
Realitas bersifat dinamis Realitas bersifat statis
  1. Obyek yang diteliti
Perilaku manusia, proses kerja Perilaku manusia, proses kerja, pertanian, biologi, fisika, kimia dan fenomena alam
  1. Desain Penelitian
Studi kasus Survei, studi kasus, eksperimen
  1. Responden dan Sampel
Diambil secara purposive, snowball sampling,  umumnya jumlah sampel kecil sehingga tidak representatif dengan tujuan tertentu. Diambil secara random/acak, jumlah sampel besar, kadang memiliki kelompok kontrol yang dipilih secara random dengan pertimbangan strata yang ada atau tanpa strata.
  1. Kedekatan Peneliti dengan data atau informan
Sangat dekat dengan data yang diambil, peneliti mengikuti aktivitas keseharian informan Agak jauh dari data yang diambil, peneliti mengambil jarak dengan informan atau responden yang diteliti.
  1. Metodologi
Interpretif Analisis statistik
  1. Metode Pengumpulan data
Lebih menekankan pada wawancara mendalam dan observasi Angket, observasi
  1. Bentuk data
Berupa kata-kata, kalimat, gambar, perilakum sedikit angka Berupa angka atau data kualitatif yang dikuantitatifkan (data nominal dan ordinal)
  1. Analisisnya
Tidak menguji hipotesis, tetapi menjawab masalah Menguji hipotesis untuk menjawab masalah
  1. Cara berfikir
Cenderung induktif Cenderung deduktif
  1. Hasil penelitian
Lebih menekankan pada makna dan tidak dapat digeneralisasi Dapat digeneralisasi

Sumber : Amin Abdullah MA (diolah)

Dengan menggunakan penelitian kuantitatif maka peneliti akan banyak ‘bermain’ dengan analisis angka dan nilai statistik yang didapat dari data baik primer maupun sekunder.   Data primer adalah data yang didapat langsung oleh peneliti tanpa melalui  pihak ketiga, misalnya data yang  diambil dari kuesioner.  Sedangkan data sekunder adalah data yang tidak langsung didapat oleh peneliti misalnya  : Data laporan keuangan Bank Syariah Mandiri 2008, Data demografik yang diambil dari kantor kecamatan atau kantor BPS, Data keuangan Baitu Mal Tamwil di Bekasi Barat.  Begitu pula dengan penelitian untuk mengetahui kualitas guru di sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) misalnya, dapat menggunakan metode kuantitatif.

Dalam melakukan penelitian ini maka beberapa rumus statistik banyak digunakan, tergantung dari kasus yang diambil.  Penguasaan dasar-dasar statistik sangat penting untuk mengetahui jenis analisisstatistik yang digunakan dalan penelitain kuantitatif.  Berikut adalah tabel rumusan masalah berikut dengan jenis analisis statistiknya :

Selanjutnya untuk mengetahui perhitungan lebih akurat maka, disarankan dengan menggunakan program komputer yang dapat mempercepat analisis statistik misalnya dengan menggunakan program SPSS, Eview, Lisrel atau AMOS.  Program SPSS adalah program kuantitatif yang populer digunakan untuk kalangan peneliti mahasiswa, karena mudah dalam penggunaannya.   Saat ini program SPSS sudah masuk dalam versi 18 dengan tampilan dan fasilitas yang lebih baik dibandingkan dengan generasi sebelumnya.  Program Eview banyak digunakan untuk analisis regresi yang mengutamakan penggunakan metode time series, sedangkan program Lisrel dan AMOS adalah program yang banyak digunakan untuk analisis SEM.

Agung Wahyudi Biantoro, Ir., MM

Mahasiswa akhir STIDDI Al Hikmah

Penulis Buku : Metodologi Penelitian Agama Islam, Pengantar Statitistika

Dosen Statistik Industri, Kewirausahaan dan Manajemen Industri PTS Jakarta Barat

2 Comments

  1. Bagi saya penelitian adalah bentuk tholabul ilmi yang komprehensif. Dengan Methode Penelitian Agama insya Allah akan bisa menambah ilmu/pengetahuan kita yang lebih metodologis dan sistematis. Yakin bermanfaat. Amin

  2. admin

    Ya amien
    terima kasih mas Umar sudah berkunjung …

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline