PENULISAN DAFTAR PUSTAKA

Daftar pustaka merupakan suatu daftar yang rinci dan sistematis dari semua karya ilmiah yang dipakai oleh penulis dalam membuat laporan penelitian atau makalah ilmiah.  Daftar pustaka berisi sumber-sumber rujukan yang dambil oleh penulis misalnya buku popular, buku teks, buletin, majalah, jurnal, surat kabar, tabloid, terbitan berkala, skripsi, thesis, disertasi, hasil penelitian, ensiklopedi, website, blog, hasil wawancara dan lain-lain.

1.  Susunan Daftar Pustaka

a.  Daftar pustaka disusun berdasarkan nama pengarang dan lembaga atau perusahaan yang menerbitkan karangan tersebut.  Jika, nama pengarang tidak ada dipakai nama judul pengarangnya.  Dalam daftar pustaka, semua penulis harus dicantumkan namanya, dan tidak boleh hanya penulis pertama ditambah dkk atau et al saja.

Contoh :

Buku Metodologi Penelitian Agama Teori dan Praktek karangan Drs. U Maman, Msi, Drs. M Deden Ridwan, Ir. M Ali Mustofa dan Drs. Ahmad Gaus AF, penerbit Rajawali Grafindo Persada, Jakarta   à ditulis :

U Maman Kh, M Deden Ridwan,  M Ali Mustofa dan  Ahmad Gaus AF.  2006.    Metodologi Penelitian Agama Teori dan Praktek. Penerbit Rajawali Grafindo Persada.   Jakarta.

b.  Urutan menulis daftar pustaka adalah sebagai berikut :

Sebut nama pengarang tersebut.  Bila pengarang tersebut memiliki marga, atau nama keluarga maka nama keluarga ditaruh didepan.  Bila tidak mencantumkan nama keluarga, maka nama yang di depan adalah nama pengarang itu sendiri, tidak dibalik.  Khusus untuk pengarang yang memakai nama Tionghoa, maka perhatikan bahwa nama keluarga ada di depan.  Untuk pengarang Indonesia yang mempunyai nama keluarga diberlakukan seperti misalnya penulis asing, misalnya nama keluarga Munir, Simanjuntak, Siregar, Tobing, Daulay dan  lain-lain.  Dari keterangan diatas maka dapat diurutkan dalam penulisan daftar pustaka adalah :

Nama pengarang, tahun terbit.  Judul buku dimiringkan atau digaris bawahi.  Edisi buku.  Nama Badan Penerbit.  Tempat penerbit.

c.  Ketentuan lain :

-    Tiap pustakan diketik dengan jarak 1 spasi, sedangkan jarak antar pustaka diketik 2 spasi.

-    Nama pengarang harus diurutkan berdasarkan abjad mulai dari awal,  untuk tiap judul karangan yang dimuat.

-    Daftar pustaka tidak perlu diberi nomor urut

-    Huruf pertama dari baris pertama masing-masing pustaka ditulis tepat ditepi kiri tanpa indensi dan baris selanjutnya gunakan empat ketukan ke dalam.

-    Untuk pengarang asing yang lebih dari satu pengarang, untuk pengarang kedua dan ketiga tuliskan langsung nama depannya, tanpa mendahulukan nama keluarga.

-     Tidak dibenarkan menulis pustaka yang tidak dibaca oleh penulis.  Jika peneliti membaca buku A yang mengutip sesuatu dari buku B, maka yang disebutkan di daftar pustaka adalah buku A.

-     Gelar pengarang / Derajat kesarjanaan tidak perlu  ditulis.

-    Penulisan sumber pustaka sekunder adalah artikel atau sumber rujukan referensi yang belum pernah dibaca sendiri oleh penulis, tapi diacu dari sumber pustaka sekunder, maka nama pengarang dan tahun terbit penulis aslinya ditulis diikuti spasi dengan kata ”dalam” yang diikuti nama pengarang dan tahun penerbitan pustaka sekunder.  Contoh : (J. Supranto 1998 dalam Ruslan 2004).

-    Dalam penulisan karya ilmiah, pengacuan terhadap pustaka yang tidak pernah dibaca sendiri (pustaka sekunder) sebaiknya dihindari

2. Contoh Penulisan Daftar Pustaka

    Berikut adalah beberapa contoh penulisan daftar pustaka dari berbagai sumber rujukan.    Perlu disampaikan bahwa ada ada beberapa perbedaan sedikit dalam penulisan daftar pustaka, hal ini pada prinsipnya tidak perlu dipermasalahkan, karena yang pening adalah konsisten dalam penulisannya.  Misalnya ada yang meletakkan tahun penerbitan setelah nama pengarang, tetapi ada pula yang menyarankan diletakkan pada kata akhir.  Ada pula yang memberikan nomor halaman yang dirujuk,  yang ditulis pada akhir kata pada daftar pustaka, ada pula yang menyatakan ini tidak perlu ditulis.  Hal ini tidak mengapa, karena beberapa kampus mempunyai sedikit perbedaan, dan yang penting adalah penulis konsisten dalam penulisan daftar pustaka.

    Di dalam buku ini penulis menggunakan garis bawah pada judul karangan, dan meletakkan tahun penerbitan di posisi paling akhir kalimat.

    a.  Surat Kabar

    Seputar Indonesia (Jakarta), 10 Desember 2008.

    b.  Bahan / Rujukan  tidak diterbitkan ( Mimeographed ).

    Husein Umar.  1995.  Pengendalian Kebocoran Dana Pembangunan, Suatu Tinjauan dari Sisi Sistem Manajemen.  Jakarta : STIE IBII.  ( Mimeographed ).

    c.  Buku ( satu pengarang )

    Harapandi Dahri, 2004.  Pemikiran Teologi Sufistik Syekh Abdul Qodir Jaelani.  Penerbit Wahyu Press.  Jakarta.

    d.  Buku ( dua pengarang )

    Abdullah, Mahmud dan Adiwarman Ahmad. 2008.   Teori Kebijaksanaan Ekonomi Islam. LP3ES.  Jakarta

    e.  Buku ( tiga pengarang )

    Aminuddin, Ahmad Rivai  dan Agung Setyo. 2005.   Pengantar Ekonomi Islam. BPFE-UGM.  Yogyakarta

    f. Buku ( lebih dari tiga pengarang )

      U Maman Kh, M Deden Ridwan,  M Ali Mustofa dan  Ahmad Gaus AF.  2006.    Metodologi Penelitian Agama Teori dan Praktek. Penerbit Rajawali Grafindo Persada.   Jakarta.

      g.  Buku ( pengarang sama )

      Abuddin Nata.  2004.  Metodologi Studi Islam.  Penerbit  Rajagrafindo Persada.  Jakarta.

      _______ .  Psikologi Islam.  Penerbit  Rajagrafindo Persada.  Jakarta.

      h.  Buku ( terjemahan, saduran, atau suntingan )

      Hasan Bahri ( penterjemah ). 1995.   Dasar-Dasar Ekonomi Islam. PT.  Grafika Media Plus.  Jakarta.

      Sumber :

      Husein Umar.   2004.   Metodogi Penelitian Bisnis. PT.  Gramedia.

      Leave a Comment

      Your email address will not be published. Required fields are marked *

      You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

      SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline