PENGANTAR SEM : DEFINISI & CONTOH

Oleh : Agung Wahyudi B.

1.1    SEM: Definisi

Model persamaan structural (Structural Equation Modeling) adalah generasi kedua teknik analisis multivariate yang memungkinkan peneliti untuk menguji hubungan antara variabel yang kompleks baik untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai keseluruhan model. SEM merupakan gabungan dari dua metode statistik yang terpisah yaitu analisis factor yang dikembang di fakultas psikologi dan psikometri, serta model persamaan simultan (simultaneous equation modeling) yang dikembangkan oleh disiplin ilmu ekonomi, khususnya di ekonometrika (Ghozali, 2008).  Penggunaan SEM juga sudah dilakukan oleh jurusan Teknik Industri pada penelitian yang berhubungan dengan bauran pemasaran, kebijakan perusahaan industry, kinerja perusahaan, perilaku konsumen, keputusan manager produksi dan lain-lain (Minto, 2007).

Tidak seperti analisis multivariate biasa (regresi berganda, analisis faktor), SEM dapat menguji keduanya secara bersama-sama.

  1. Model struktural: hubungan antara konstruk independen dan dependen
  2. Model measurement: hubungan (nilai loading) antara indikator dengan konstruk (variabel laten)

Digabungkan pengujian model structural dan pengukuran tersebut memungkinkan peneliti untuk :

  1. Menguji kesalahan pengukuran (measurement error) sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Structural Equation Modeling
  2. Melakukan analisis faktor bersamaan dengan pengujian hipotesis

Karena SEM dianggap sebagai suatu alat statistik yang sangat berguna bagi para peneliti pada seluruh bidang ilmu sosial (ekonomi, sosiologi, anthropoligi, psikologi, ) dan taknik industry, SEM telah menjadi suatu “keharusan” untuk penelitian non eksperimental, dimana metode untuk pengujian teori belum dikembangkan secara menyeluruh (Bentler, 1980). Software yang menawarkan analisis SEM : Lisrel, (Joreskog dan Sorbom),  Analysis of  moment structures (Amos , Arbuckle, 1995)  EQS (Bentler, 1995), PLS dan lain-lain.

 

1.2    Konsep SEM

Saat ini dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial kita, kita akan semakin sadar bahwa kemampuan untuk beriniteraksi, dengan lingkungan sosial cenderung berbeda antara individu satu dengan individu yang lain. Salah satu hal yang mempengaruhi kemampuan beriteraksi individu adalah kepribadian (personality) individu tersebut. Asumsikan kita adalah peneliti yang tertarik untuk menguji pengaruh antara personality tersebut dengan kemampuan individu dalam berinteraksi dengan lingkungan sosialnya.

Sehingga, kita memiliki dua construct (konstruk) yang harus diukur yaitu kepribadian dan kemampuan berinteraksi. Untuk menguji ada/tidaknya pengaruh antara personality dengan kemampuan berinteraksi tersebut, maka kita harus dapat mengumpulkan data, tetapi kedua konstruk tersebut tidak dapat dengan mudah diukur secara langsung dan memerlukan beberapa indikator. Variabel yang tidak bisa diukur secara langsung dan memerlukan beberapa indikator sebagai proksi disebut variabel laten. Bagaimana kita seharusnya mengukur konstruk tersebut? Kita dapat, misalnya, menilai beberapa aspek dari kepribadian dan kemampuan berinteraksi tersebut dengan skala Likert (misal skala 1 sampai 5). Sebagai contoh, kepribadian dapat diukur dengan tingkat “rasa persahabatan” dan “keramahan” sedangkan kemampuan berinteraksi dapat diukur dengan “perasaan diterima oleh masyarakat” dan “tingkat kebersamaan”. Indikator-indikator yang dapat diukur tersebut dikenal sebagai variabel manifest (variabel observed/indokator). Gambar 1.1 dibawah ini mengilustrasikan hubungan antara variabel laten dan indikatornya.

Berdasarkan “teori” kita, kepribadian merupakan determinan dari kemampuan berinteraksi (karena kepribadian yang menyenangkan akan dapat mempengaruhi kemampuan berinteraksi kita), sehingga, kepribadian adalah variabel independen. Kemampuan berinteraksi di lain pihak, adalah variabel dependen karena dipengaruhi oleh kepribadian. Jika suatu variabel tidak dipengaruhi oleh variabel lainnya dalam model, maka dalam structural equation Modeling (SEM) sering disebut variabel eksogen (variabel exogenous); setiap variabel eksogen selalu variabel independen. Variabel yang dipengaruhi oleh variabel lain dalam suatu model penelitian disebut variabel endogen.

 

Dalam contoh awal kita diatas, maka dapat diketahui bahwa kepribadian merupakan variabel exogenous dan kemampuan berinteraksi adalah endogenous. Gambar. 1.2 menunjukkan hubungan antara variabel-variabel laten dalam suatu model penelitian; arah panah menunjukkan pengaruh “dari” suatu variabel “ke” variabel lain. Pada dasarnya, model pada Gambar 1.2 adalah sama dengan model regresi sederhana dengan satu variabel independen yang mempengaruhi variabel dependen. Namun, perbedaannya adalah, variabel dalam model 1.2 adalah laten yang diukur dengan berbagai macam indikator. Oleh karea itum teknik regresi biasa tidak dapat digunakan untuk mengestimasi model dalam Gambar 1.2. Disini, Amos  memiliki peran yang sangat penting. Sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai beberapa konsep dalam SEM.

Pada Gambar 1.1 dan 1.2 diatas, kita mengasumsikan bahwa model dan/atau pengukurannya (indikator) adalah sempurna. Pada Gambar 1.1 kita secara implicit mengasumsikan bahwa variabel-variabel manifest adalah ukuran-ukuran yang sempurna dari dua konstruk latent; sehingga tidak terdapat kesalahan pengukuran (measurement error). Namun, asumsi tersebut sangat tidak mungkin, karena pasti terdapat kesalahan (error) dalam setiap indikator. Misalnya, item pertanyaan mengenai “rasa persahabatan” mungkin direndahkan (atau ditinggikan) oleh responden (terutama dalam hal rating subyektif seperti dalam skala likert 1-5 atau 1-7). Sehingga, harus terdapat error dalam setiap indikator.   Berikut adalah contoh gambaran tersebut :

Gambar 1.3 menunjukkan adanya kesalahan pengukuran (measurement errors) dan kesalahan structural (structural errors). Amos   memungkinkan untuk menguji hubungan antara variabel latent (sehingga kita dapat menguji teori subtantif), dan juga indikator-indikatornya (sehingga kita dapat menilai kualitas pengukuran). Dengan demikian kita dapat menentukan apakah kepribadian seseoang memiliki pengaruh yang positif terhadap kemampuan berinteraksinya, seberapa besar pengaruhnya, dan seberapa baik indikatornya variabel “kepribadian” dan “kemampuan berinteraksi” tersebut.  Demikian kajian ringkas mengenai pengantar SEM, semoga bermanfaat.

Sumber :

Agung Wahyudi Biantoro.  2012.  Buku Praktikum SEM : Amos.  Universitas Mercu Buana.  Jakarta

Ghozali, Imam. 2008. Model Persamaan Struktural : Konsep dan Aplikasi dengan program AMOS 16.0.  Penerbit Universitas Diponegoro.  Semarang

Singgih Santoso.  2011.  Structural Equation Modeling (SEM), Konsep dan Aplikasi dengan AMOS 18.  Penerbit Elex Media Komputindo.  Jakarta.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline